Polsek Pabuaran Belum Mengamankan Pelaku Penculikan dan Pengeroyokan

      penganiayaanSUBANG (MGO) – Polsek Pabuaran belum mengamankan pelaku penculikan dan pengeroyokan seorang warga Pabuaran, Subang, Jabar, Rabu (14-12-2011). Meskipun kejadian penculikan dan pengeroyokan tersebut akar permasalahannya berasal dari kejadian pemukulan pimpinan pondok pesantren dan bahkan pelakunya pun ada sejumlah santrinya.

      Korban penculikan dan pengeroyokan berinisial WG (40) mengalami luka memar dibagian muka dan dada yang cukup serius. Menurut isteri dan saudara-saudara korban, pengeroyokan terjadi di rumah korban di gang Kaum Desa/Kecamatan Pabuaran pada sekira pukul 16.00 wib. menurut istri korban, NE, bahwa terjadinya penculikan diawali dengan pengeroyokan belasan orang tidak dikenal kepada suaminya, yang kemudian suaminya dibawa dengan kendaraan motor oleh para pelaku.

      “Saya tidak kenal orang yang mengeroyok dan menculik suami saya, namun saat belasan orang memukili suami saya terdengar teriakan para pelaku bahwa mereka memukuli suami saya karena ada rasa kesal kepada suami saya yang telah memukul pimpinan pesantren,”jelas NE saat dikonfirmasi.

      Meskipun informasi penculikan dan pengeroyokan masih simpang siur, sejumlah orang yang dapat dipercaya kebenarannya telah menduga terjadinya penculikan dan pengeroyokan dilakukan oleh sekelompok orang yang merasa sakit hati karena korban pernah memukul pimpinan pondok pesantren yang beralamat di Kampung Kiaragoong Desa/Kecamatan Pabuaran. Masih simpang siur juga, katanya ketika korban dijemput tim reskrim Polsek Pabuaran ke lokasi ponpes tersebut, korban masih dipukuli ramai-ramai didepan ponpes oleh penculik dan sejumlah santri.

      Bahkan menurut saudara pimpinan pompes yang meminta namanya tidak ditulis, penculikan dan pengeroyokan tersebut saudaranya, yakni pimpinan ponpes tidak tahu apalagi menyuruhnya, ada kemungkinan para penculik dan pengeroyok hanya merasa prihatin dan membela pimpinannya yang pernah dipukul oleh korban.”Setelah saya tanya bahwa saudara saya tidak tahu kejadian itu pun tidak pernah menyuruh, untuk itu pihak hukum untuk mengambil tindakan tepat guna memproses pelakunya,”jelasnya.

      Kejadian penculikan dan pengeroyokan dilaporkan keluarganya kepada Polsek Pabuaran, pada sekira pukul 19.30 WIB, namun sejauh ini pihak Polsek Pabuaran belum mengamankan satu pelaku pun. Padahal keluarga korban berharap agar mengkap otak pelaku penculikan dan pengeroyokan untuk ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.(*).

        • Dibaca: 957 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...