Lsm Gerak Peringatkan DPPKAD

      aksi demoSUBANG (MGO) - Sebanyak 20 orang yang tergabung dalam LSM GeRAK (Gerakan Rakyat Anti Korupsi) satroni Kejari Subang dan melakukan aksi di depan Gedung Kantor DPPKAD, kemarin. Mereka menuntut agar Kejari Subang bisa menindak lanjuti laporannya, dan DPPKAD bisa amanah dlam menjalankan tugasnya.

      Kedatangan mereka kegedung keuangan daerah melakukan orasi menuntut agar pihak DPPKAD bisa menjelaskan data piutang daerah tahun anggaran 2009 senilai 1,8 milyar rupiah. Aksi tersebut pun sebagai buntut kekecewaan LSM Gerak yang semula meminta penjelasan namun menurut mereka tidak dihiraukan oleh pihak pemerintah.

      Massa menyampaikan supaya DPPKAD bisa amanah dalam mengelola pendapatan dan aset daerah secara baik. Dalam pernyataan sikap yang ditulis, diungkapkan bahwa pihak LSM GeRAK menuntut mundur Kepala DPPKAD supaya mundur karena dianggap tidak mampu menjalankan tupoksinya. Sehingga menimbulkan carut-marut administrasi dan pembukuan pada dinas yang dipimpinnya yang dibuktikan dari temuan yang dilaporkan BPK.

      Pada kesempatan tersebut 5 orang perwakilan LSM Gerak yang dipimpin Ade Irawan diterima Kepala DPPKAD, Ahmad Sobari yang didampingi pejabat lainnya di aula DPPKAD. Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa pihak LSM Gerak telah melaporkan dugaan ini kepada Kejari Subang yang diterima  oleh Kepala Kejari Subang. Diharapkan kepada pihak DPPKAD supaya serius mengelelola Potensi Keuangan dan Aset Daerah termasuk piutang pajak daerah anggaran tahun 2009 senilai lebih dari 1,8 milyar rupiah. Ade menyesalkan pihak DPPKAD yang terkesan menutupi data piutang daerah ketika pihaknya meminta. “Kalau memang tidak sanggup, ganti saja aparatur tidak bisa bekerja,” katanya. Kemudian bila merasa kesulitan, bisa saja melibatkannya sebagai debt collector untuk membantu pihak Pemkab Subang dalam menyelamatkan piutang daerah.

      Ketika ditanya oleh wartawan, apakah aksi ini sebagai bagian dari memperingati Hari Anti Korupsi Dunia? Ade menolaknya. Karena upaya mengkritisi pengelolaan pendapatan dan aset daerah Subang telah dilakukan jauh hari sebelumnya. Bahkan sebulan sebelumnya pihaknya telah melayangkan surat yang meminta penjelasan tentang piutang tersebut.

      Untuk mengamankan aksi ini diturunkan 1 pleton pasukan yang terdiri dari Polres Subang dan Satpol PP Kab. Subang. Aksi berjalan dengan tertib. Usai melakukan dialog akhirnya massa membubarkan diri.(*).

        • Dibaca: 820 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...