PT.Taekwang Gunakan Lahan Pemda Hanya 9.640m2, bukan 3,5ha

      altSUBANG (MGO) - Terkait penggunaan lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang yang digunakan oleh PT.Taekwang diklarifikasi bahwa lahan milik menggunakan lahan seluas 9.640 m2.

      Menurut Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Subang, Ahmad Sobari adanya sinyalemen penggunaan lahan seluas 3,5 hektar karena lahan milik Pemda di Cibogo seluas 3,5 hektar.

      “Tahan Hak Milik Pemerintah Daerah di wilayah Cibogo ini totalnya 3,5 hektar tetapi terbagi ke dalam 6 sertipikat. Sedangkan yang dikerjasamakan dengan PT Taekwang sementara ini (sambil) menunggu untuk di-ruislag itu hanya 9.640 meter persegi yang didasarkan pada sertipikat hak milik,”jelas Sobari kepada wartawan, Senin (10/10).

      Kemudian Ahmad Sobari menyebutkan luas tanah milik Pemkab Subang di Cibogo yaitu Sertipikat nomor 70 seluas 807 m2, Setipikat No 57 seluas 6.200 m2, sertipikat nomor 69 seluas 5.600 m2, sertipikat nomor 71 seluas 9.640 m2, sertipikat nomor 75 seluas 6.610 m2 dan sertipikat nomor 71 yang berlokasi di Karanganyar seluas 12.980 m2. Yang sebelumnya dilakukan pengukuran ulang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memastikan lokasi dan luas tanah.

      “Kalau ada isu yang berkembang luas tanah 3,5 hektar rasa-rasanya menurut saya keliru. Yang benar itu 9.640 (meter persegi) atau 0,9 hektar,” tegasnya.

      Sepanjang menunggu proses ruislag, dilanjutkan Ahmad Sobari, bahwa PT. Taekwang statusnya menyewa dan nilai sewa ditentukan oleh hasil nilai jual oleh appraisal,“disewa PT.Taekwang sambil menunggu proses ruislag,” terangnya.

      Sementara itu menurut General Affair (GA) Manager PT. Taewang, Yanuar Muchtar nilai sewa untuk periode 11 Mei 2012 sampai 4 Juni 2013 senilai 74.153.772 rupiah. Kemudian periode 5 Juni 2013 sampai 4 Juni 2014 senilai 87.630.276 rupiah dan periode 5 Juni 2014 sampai 4 Juni 2015 senilai 108.918.693 rupiah. Selanjutnya kata Yanuar untuk periode berikutnya dibayarkan sewa per bulan dengan nilai 9.076.557 rupiah.

      Seperti diberitakan sebelumnya menurut dalam proses ruislag panilaian yang dilakukan appraisal dinilai terlalu berlebihan. Sehingga beberapa anggota DPRD Kab Subang menjalani pemeriksaan oleh Kepolisian. Akibatnya proses ruislag mengalami penundaan selama proses pemeriksaan.

      Menurut Ketua DPRD, Beni Rudiono pihaknya mendukung pemeriksaan yang dilakukan oleh Polres supaya memperjelas kasus ini.(*).

        • Dibaca: 506 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...