Perempuan Subang Harus Bangkit dan Mandiri

altSUBANG (MGO) - Plt Bupati Subang, Imas Aryuningsih menyampaikan supaya kaum perempuan supaya mandiri tetapi tetap dengan ketaatan sebagai istri kepada suaminya dan naluri sayang sebagai seorang ibu kepada anak-anaknya. 

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Korps HMI Wati (Kohati) Cabang Subang di Aula Pemda Subang, Rabu (4/5/2016).

Kemudian disampaikan dalam keadaan yang serba modern sekarang sangat memungkinkan perempuan untuk maju dan mandiri. Imas membandingkan dengan masa mudanya yang penuh tantangan ang hidup dalam kesederhanaan apabila dibandingkan dengan masa sekarang.

Diharapkan perempuan-perempuan Subang dimasa depan bisa tampil lebih maju untuk memajukan Subang.

Konsepsi Peran Perempuan dalam Pendidikan Menuju Bangsa yang Lebih Baik diselenggarakan oleh Korps HMI Wati Cabang Subang.

Pada kegiatan tersebut tampil sebagai pembicara sekaligus dosen, Dini Fronitasari dan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Subang (Unsub), Ine Anggraeni.(*).

 

PT.Alindo Tuduh Kades, Kapolsek dan Ormas Terima Konpensasi BBM Solar

altPANTURA (MGO) - Selain pekerjaan TPT tidak sesuai bestek, PT.Alindo Inti Global subkontrak PT.Brantas Abipraya (Persero) tuduh Kepala Desa, Kapolsek dan Ormas Gival terima konpensasi BBM Solar senilai Rp.600 per liter.

Menurut sejumlah pihak yang juga merupakan rekanan PT.Alindo Inti Global menyebutkan bahwa NN sebagai pelaksana lapangan PT.Alindo Inti Global mengaku telah memberikan konpensasi BBM solar senilai Rp.600 per liter untuk diberikan kepada Kades, Kapolsek dan Ormas Gival.
"Saya tahu persis, pada saat di kantor Desa Gempolsari NN mengatakan bahwa konpensasi BBM Solar diberikan kepada Kades, Kapolsek dan Ormas Gival,"ujar rekanan PT.Alindo Inti Global yang meminta tidak disebutkan namanya.

Kades Gempolsari, Udin Saprudin, menampik bahwa dirinya tidak pernah menerima konfensasi BBM Solar, justeru pihaknya diribetkan oleh aktifitas proyek normalisasi dan TPT, meskipun dibalik itu dirinya merasa lega ada pembangunan di daerahnya."Saya tidak pernah menerima konpensasi BBM Solar, siapa yang bilang,"ujar Udin.

Sekdes Ciberes, Obing, menampik kalau pihaknya menerima konpensasi BBM Solar senilai Rp.600 per liter, yang benar adalah hanya Rp.400 per liter itupun diberikan kepada Karang Taruna."Tidak benar itu, kalau empat ratus per liter Saya terima itupun untuk kepentingan Karang Taruna,"ujar Obing.

Kapolsek Patokbeusi, AKP.Junaedi AR., pun tidak menerima konpensasi BBM Solar, jangan menuduh sembarangan, pihaknya akan cek kebenarannya,"Saya tidak pernah terima konpensasi itu, itu tidak benar, coba nanti Saya cek,"ujar Kapolsek.

Informasi dilapangan pekerjaan normalisasi di dua jalur saluran air, yakni SS Beres menggunakan 2 alat berat (Beko), saat ini dalam proses pemasangan TPT sayangnya pemasangan TPT tidak menggunakan kisdam sehingga diragukan kualitas prestasinya, pun  dan SS Sukamandi kegiatan normalisasi menggunakan 4 alat berat.(*). 

 

Papan Proyek Galian Kabel PLN Lenyap, Tersisa Gundukan Tanah Yang Belum Dipadatkan

altPANTURA (MGO) – Sejak sore tadi sejumlah papan proyek PLN pekerjaan penggalian kabel SKTM 20 KV telah bersih dibekas galian diangkut para pekerja, saat ini yang tersisa gundukan tanah bekas galian yang belum dipadatkan, dan membahayakan pengguna jalan dan masyarakat.

Aneh tapi nyata, setelah kegiatan proyek PLN pekerjaan penggalian kabel SKTM 20 KV ditayangkan di media MGO pada Senin (13/09-2015) sekira pukul terkesan kontraktor mitra PLN seperti ketakutan, karena mungkin dugaan masyarakat bahwa pengusaha tersebut belum mengantongi ijin gali ada benarnya. Karena akibat belum mengantongi ijin gali terjadi penggalian tidak mengindahkan jarak dan kedalaman gali, pengurugannya berantakan tanpa dipadatkan. Masyarakat menilai dan ada kesan bahwa PLN hanya bisa merusak tatanan bahu jalan yang telah lama padat nyaman dan aman bagi pengguna jalan dan masyarakat setempat.

Dari kejadian tersebut masyarakat berharap agar pemerintah secara ketat memperhatikan kepentingan umum dari pada kepentingan pengusaha yang bisanya hanya merusak jalan/bahu jalan dengan tanpa mengantongi legal perijinan.

“PLN adalah perusahaan BUMN yang mestinya bisa memberikan contoh yang baik terhadap pengusaha lain, dan bisa menghargai lingkungan setempat,”ujar sejumlah masyrakat.

Kondisi terahir bekas galian kabel tersebut saat ini tersisa gundukan tanah yang membahayakan pengendara dan masyarakat, masyarakat meminta agar PLN melalui mitra usahanya agar sesegera mungkin memadatkan bekas galian tersebut.(*).

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...