Di Subang baru 16 SKPD yang Punya Website

altSUBANG (MGO) - Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Subang yang memiliki website baru 16 SKPD. Menurut Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informastika (Kominfo) Kabupaten Subang, Cecep Supriatin, membuat masyarakat sulit untuk meminta informasi mengenai pemerintahan.

”Sehingga  tidak menutup kemungkinan bila ada masyarakat yang menginginkan informasi terkait dengan pemerintahan akan sulit dan memberikan peluang untuk terus bertanya dan datang langsung ke  skpd terkait,” ujarnya saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Pendayagunaan Website subang.go.id di Kabupaten Subang. 

Padahal, kata Cecep melalui website penyampaian informasi bisa lebih efektif dan mudah diakses. Olehkarena itu dimasa depan Kabupaten Subang dapat menginformasikan data yang  terbaru dan benar.

Harapanya dengan rapat ini merupakan awal untuk perbaikan informasi tentang pemerintahan kepada masyarakat umum.

Pada kesempatan tersebut menurut narasumber Samsun H. MT, memamaparkan tentang metode pengelolaan website yang terbagi dalam 2 jenis yaitu sentralisasi yang pengelolaannya terpusat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika. Kedua desentralisasi, yaitu pengelolaannya diserahkan pada masing-masing SKPD.

Diuraikan mengenai kelebihan dan kekurangan antara kedua jenis pengelolaan tersebut. Diantaranya kelebihan dari sentralisasi ialah lebih edikit melibatkan SDM dan memperkecil kemungkinn duplikasi data. Sedangkan keunggulan dari desentralisasi ialah pertanggungjawban tersebar sehingga mengurangi beban dan pengelolaan lebih bebas oleh masing-masing SKPD.

Pada rapat tersebut dihadiri oleh SKPD/kecamtan se-Kabupaten Subang.(*).

 

TKI Masih Sering Tak Dipenuhi Haknya

altSUBANG (MGO) - Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Subang yang menghadapi masalah mengalami penurunan. Menurut Kepala Seksi Informasi dan Penempatan Tenaga Kerja, Disnakertrans Kab Subang, Tunggul Silaban, tahun 2015 tercata sebanyak 43 kasus dan 22 kasus diantaranya selesai.

”Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya, tahun 2014 tercatat sebanyak 68 kasus,” ujar Tunggul saat ditemui di ruang kerjanya.

Kata Tunggul sebagian besar kasus yang dialami ialah masalah hak yang tidak dipenuhi atau gaji yang tidak dibayarkan.

Kemudian masalah putus komunikasi dengan keluarga dan TKI yang meninggal dunia, ”Seperti kemarin 7 orang meninggal dengan wajar. Dalam arti penyakit, tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,”

Mengenai modus kasus yang tidak dipenuhi hak-haknya, dari laporan diantaranya si TKI pulang dengan dijanjikan gaji akan di transfer melalui rekening. Tetapi ketika sampai di Tanah Air gaji yang dijanjikan tak kunjung dibayarkan.

”Menangani kasus ini sulit. Karena berhadapan dengan sistem negara yang bersangkutan,” imbuhnya.

Pernah juga menemukan modus dibayarkan tetapi tanda tangan si TKI dipalsukan.

Nagara yang timur tengah Arab Saudi, Qatar, Bahrain dan Malaysia. Kasus terbanyak masih di Arab Saudi. Kebanyakan TKI yang lama.

”Karena tahun kemarin pengiriman TKI ke sana sudah ditutup,” ujarnya.

Untuk mempermudah pelacakan tempat kerja Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kab Subang menghimbau kepada TKI supaya membuat copy dokumen untuk disimpan keluarganya di Indonesia.

hal tersebut guna mengantisipasi apabila TKI menghadapi masalah.

Karena seringkali pihak keluarga TKI saat menghadapi masalah tidak memiliki dokumen TKI yang dilaporkan. sehingga membuat Disnakertrans kesulitan untuk melacaknya.

“Kepada adik-adik (TKI yang akan berangkat) saya anjurkan supaya dokumen difotocopy sebelum dia berangkat. Ketika ada masalah di sana, keluarga atau orang tuanya bisa melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja dengan membawa fotocopy tadi,” jelasnya.

Himbauan ini telah disampaikan selama satu tahun terakhir ketika mereka akan berangkat ke luar negeri.

Kepada para staf Disnaker diperintahkan untuk responsif apabila TKI menemui kendala dalam mencopy data tersebut.

Pelacakan TKI dengan salinan dokumen sangat membantu mempercepat proses penyelesaian masalah yang dihadapi.(*).

 

Kehadiran PWI Membantu Pemda Subang

altSUBANG (MGO) - Dengan kehadiran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pemerintah merasa terbantu. Menurut Asisten tata Praja Setda Kabupaten Subang, Asep Nuroni dengan kehadiran jurnalis bagi pemerintah sebagai fungsi kontrol dalam proses pembagunan.

”Dengan keberadaan PWI fungsi kontrolnya jalan,” ujar Asep saat menyampaikan sambutan Plt. Bupati Subang di Aula Pemda Subang, Selasa (10/5/2016).

Selanjutnya kata Asep, pemberitaan yang disampaikan oleh wartawan dapat mengawal jalannya pemerintahan supaya menjadi lebih baik.

”Oleh karena itu fungsi kontrol harus berjalan lebih baik,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut dilantik Pengurus PWI Perwakilan Kabupaten Subang berdasarkan SK PWI Pusat Nomor 246-PKU/PP-PWI/2016, dengan susunan pengurus sebagai berikut: Ketua dijabat oleh H Nano Suwarno SH., Wakil Ketua 1 oleh Adang Mulyana, Wakil Ketua 2 oleh AS Maruli Sitorus S.Sos, Wakil Ketua 3 Endang Suhaedi, Sekretaris Tb Zaenal Mutaqin, Wakil Sekretaris: Cecep Hdaya, Bendahara: H Yaman Surwan,

Seksi Wartawan Organisasi Drs Riki Darmayanto, Seksi Wartawan Advokasi Endang Kosasih, Seksi Wartawan Kesejahteraan Hj. Ida Farida.

Kemudian sambutan dari Ketua PWI Jawa Barat, Drs. H. Mirza menyampaikan bahwa para pengurus PWI diharapkan lebih solid supaya bisa lebih mampu memajukan organisasi dengan meningkatkan kemampuan anggotanya.

”Oleh karena itu perlunya pendidikan bagi jurnalis agar bisa lebih maju dan profesional dan berharap pengurus subang lebih solid dan lebih maju,” ujarnya.

Dimasa depan, lanjut Mirza diharapkan para jurnalis memiliki uji sertifikat kompetensi guna menjaga citra organisasi PWI lebih baik.(*).

 
                  

Berita Terbaru

Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...