Persiapan Unras Pedagang Kantin Sekolah Purwakarta Bentuk Kelompok Baru

      PURWAKARTA (MGO) - Untuk mempersiapkan aksi Unjuk Rasa (unras) puluhan pedagang kecil yang biasa mangkal di kantin sekolah, SD, SMP, SMA di Purwakarta membentuk kelompok baru, Jum'at (28-03-2014) bertempat di perumahan Panorama Purwakarta.

      Kelompok baru yang telah dibentuk bernama Aliansi Pedagang Kecil Purwakarta (APEKP), dalam pembentukan tersebut hadir sekira 32 pedagang yang mewakili masing-masing Kecamatan yang ada di Kab.Purwakarta, turut hadir Ketua Umum Ormas Gival (Organisasi Kemasyarakatn Gerakan Investigasi Antar Lembaga) dikawal Sekpri dan tim divisi ekonomi dan kemitraan.

      Terbentuknya himpunan APEKP atas kesepakatan bersama 28 pedagang perwakilan dari 17 Kecamatan yang mewakili sekira 4.000 pedagang yang biasa mangkal di kantin lingkungan sekolah. yakni sebanyak 432 SD, 50 SMP, dan 20 SMA yang ada di Kabupaten Purwakarta.

      Dalam kesepakatan terbentuk APEKP sebagai Penanggung jawab Pirdaus, B.Ns. dan M.Joko, Penasehat Harmansyah, SH. dan Drs.Yaya Sudarya, Ketua Wanta, Sekretaris Etrio Putra, Bendahara Dadang Iskandar, Koordinator Kecamatan Kholidin yang selanjutnya dalam waktu dekat akan dibentuk pembantu-pembantunya.

      Tuntutan APEKP yang disepakati akan mengirimkan surat audiensi kepada DPRD Purwakarta, meminta pertanggungjawaban Bupati Purwakarta atas larangan berdagang di kantin sekolah, dan akan melakukan aksi unjuk rasa yang akan menurunkan sekira 4.000 pedagang dengan pembagian 3 lapis pergerakan.

      Menurut Pirdaus, B.Ns. sebagai Ketua Umum Ormas Gival (Organisasi Kemasyarakatn Gerakan Investigasi Antar Lembaga) yang berkantor pusat di Jln.Ki Hajar Dewantara Nomor 41 Dangdeur, Subang, Jawabarat menyatakan bahwa pihaknya siap mendampingi ribuan pedagang yang berdasarkan surat pengaduan dari sekira 250 pedagang yang telah menandatangani surat pengaduan.

      "Kami sekuat tenaga akan mengerahkan kekuatan untuk mendampingi pedagang yang menuntut hak-haknya yang saat ini dikangkangi Bupati Purwakarta. menurutnya larangan pedagang belum berdasar, Kami nilai Bupati sengaja mengadu domba Kepala Sekolah dan para pedagang dengan alasan Fakta Integritas,"jelas Pirdaus B.Ns. yang akrab dipanggil Dauscobra.

      Adapun soal aksi unjuk rasa, dilanjutkan Pirdaus, pihaknya sedang mempersiapkannya, namun sebelum unras pihaknya akan mengirimkan surat audiensi kepada Ketua DPRD Purwakarta pada Selasa, 1 April 2014.

      "Pergerakan Kami tidak langsung aksi, namun dilakukan konsolidasi investigasi, klarifikasi, audiensi dan aksi unras apabila tidak menemui solusi dalam audiensi, rencananya paska Pileg akan bergerak aksi unras, dan Kami telah persiapkan 276 personil yang siap bela rakyat,"ujar Dauscobra.(*).

        • Dibaca: 936 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...