Pengguna Pupuk Bersubsidi Adalah Petani Mitra PG.Rajawali II Unit PG.Subang

      PURWADADI (MG0) - Sejak tahun 2011 sampai dengan sekarang petani setempat bermitra dengan pihak PG.Rajawali II Unit PG.Subang maka dari itu pengelolaan budidaya tanaman Tebu termasuk dalam perabukan dan pemupukan menggunakan pupuk bersubsidi tidak ada kaitannya dengan pihak perusahaan.

      Hal tersebut diungkapkan seorang pengusaha pertanian budidaya tanaman Tebu di lahan milik PG.Rajawali II Unit PG.Subang Desa Pasirbungur, Kec.Purwadadi, Subang, Jawabarat, , Hendrick bahwa penggunaan pupuk bersubsidi yang digunakan di lahan perkebunan Tebu PT.PG.Rajawali Purwadadi digunakan oleh petani budidaya lokal atau diluar tanggungan perusahaan atau merupakan mitra perusahaan, yakni sekira 118 hektar lahan yang berada di Blok Patra Komala lahannya milik PT.PG.Rajawali Purwadadi, namun lokasi tersebut dimtrakan alias dikelola oleh sejumlah kelompok tani yang dikawal oleh seorang pengusaha setempat.

      Dengan lugas dan tegas Hendrick pun menjelaskan bahwa sebelumnya adanya pemberitaan di MGO mengenai aktifitas perabukan dan penaburan pupuk dengan menggunakan pupuk bersubsidi yang kepergok Reporter MGO dan tim Investigasi Ormas Gival aktifitas tersebut bukanlah dilakukan oleh pihak perusahaan PG.Rajawali II Unit PG.Subang, akan tetapi aktifitas perabukan dan penaburan pupuk bersubsidi adalah murni petani tanaman Tebu Rakyat Indonesia (TRI) yang selama ini mendapat bimbingan dan pembinaannya.

      "Iya Kang aktifitas penaburan pupuk bersubsidi pekan lalu adalah petani Saya, jadi aktifitas tersebut bukan dilakukan oleh pihak pekerja atau pegawai perkebunan PG.Rajawali II Unit PG.Subang,"jelas Hendrick kemarin ketika mengunjungi redaksi MGO, dikawal sejumlah wartawan didaerahnya.

      Selain pemupukan,dilanjutkan Hendrik, juga dilakukan perabukan, penyiraman yang intensif. perabukan dilakukan bertujuan agar tanah unsur haranya kembali murni dan tanaman Tebu dan produksinya akan lebih meningkat. Sesuai target telah tercapai, yakni dalam 1 hektar lahan bisa memproduksi pohon tebu mencapai 800-900 kwintal/ha.yang ditargetkan sebelumnya sejumlah 1000 kwintal per hektar.

      "Alhamdulillah Kang setelah unsur hara tanah membaik lagi didukung dengan pengolahan tanah, penanaman teratur, pemeliharaan cukup sehingga menghasilkan pohon tebu hingga 900 kwintal per hektar yang sebelumnya hanya mencapai 600-700 kwintal per hektarnya,"ujar Hendrick.

      Diulang Hendrik, bahwa untuk mengembalikan citra PG.Rajawali II Unit PG.Subangdalam penggunaan pupuk, Hendrick meminta kepada para pihak, bahwa penggunaan pupuk bersubsidi adalah petani binaannya,"Sekali lagi Saya katakan bahwa penggunaan pupuk bersubsidi di PG.Rajawali II Unit PG.Subangadalah petaninya,"jelas Hendrick.

      Staf SDM & Umum PT.PG.Rajawali II unit Subang, Mahmud Sobari membenarkan bahwa lahan budidaya tanaman tebu yang berada di lokasi Patra Komala Desa Bungur adalah dikelola oleh mitra perusahaan, jadi mulai dari pengolahan lahan, penanaman tebu, pemelihaan, penebangan dilakukan oleh petani pengelola lahan. Adapun PT.PG.Rajawali II unit Subang yang ada di Purwadadi adalah hanya sebagai penerima atau pembeli pohon tebu hasil produksi petani.

      "Memang kebun yang berada di Patra Komala adalah milik mitra PG.Rajawali II unit PG Subang, mengenai pengelolaannya diluar tanggungjawab PG.Subang,"jelas Mahmud Sobar melalui pesan singkat telepon selulernya.

      Sementara itu Ketua Umum Ormas Gival, Pirdaus B.Ns. menyoroti persoalan tersebut dan Dia menilai bahwa hal itu merupakan hak masing-masing pihak, jika semuanya sudah diatur dan disepakati dengan baik dan benar antara perusahaan dan petani berarti sudah jelas didalamnya mengatur hak dan kewajibannya masing-masing yang sama-sama menguntungkan. Namun yang menjadi persoalan utama dilokasi perkebunan milik PT.PG.Rajawali II Unit Subang yang ada di Kecamatan Purwadadi dan sejumlah Kecamatan lainnya terdapat sebuah kesalahan tatanan lingkungan yang mengganggu pasilitas umum.

      Seperti halnya terjadi di PG.Rajawali II Unit PG.Subang yang ada di Kecamatan Purwadadi, bahwa perusahaan gula tersebut tidak lagi mengindahkan lingkungan perkebunannya, yang pertama PG.Rajawali II Unit PG.Subang tidak membuat gorong-gorong pada setiap jalan gang/blok menuju lahan perkebunan sehingga ketika musim hujan air tumpah ke jalan dberikut lumpur tanah merah kemudian mengganggu lalulintas dan bahkan pengemudi motor banyak yang tergelincir. Yang kedua, PG.Rajawali II Unit PG.Subang tidak lagi mengindahkan bahu jalan atau Daerah Milik Jalan (DMJ) sehingga jarak lahan perkebunan dengan jalan ada yang kurang dari 1 meter. Yang ketiga PG.Rajawali II Unit PG.Subang ketika musim panen membuang limbah tanaman tebu sembarangan dan mengganggu K3. Yang keempat PG.Rajawali II Unit PG.Subang dalam pengelolaan tanaman tebu terkesan tidak merawat dengan baik dan benar, seperti contoh ketika pembersihan pohon tebu yang dibersihkan hanya dua baris dari depan atau pohon yang dekat dengan jalan protokol Kalijati-Sukamandi. Yang kelima PG.Rajawali II Unit PG.Subang terkesan tertutup bagi sosial kontrol sehingga PG.Rajawali II Unit PG.Subang melanggar UU 14 2008 tentang KIP.

      "Kami harapkan kepada Camat, Kapolsek, Danramil Purwadadi, kepada Kepala Dinas Bimair Subang, Kepala Bimair Provinsi Jawabarat untuk tegas menindak ketidak becusan pihak managemen PG.Rajawali II Unit PG.Subang yang terkesan hanya memikirkan usahanya yang katanya selalu merugi. Pantas saja merugi selain pengelolaan pohon tebu sembagarangan, dan cara penebangannya pun ada yang dibakar dan mengurangi kadar air,"jelas Pirdaus B.Ns.(*).

        • Dibaca: 1049 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...