PT.FMF Akan Membeklis Wartawan, LSM/Ormas, Pengacara, TNI dan POLRI

      SUBANG (MGO) - Perusahaan yang bergerak dibidang elektronik dan kendaraan bermotor Kredit Plus PT.Finansia Multi Finance (FMF) benar-benar keterlaluan. Pasalnya pihak FMF akan membeklis kreditur seorang Wartawan, LSM/Ormas, Pengacara, TNI dan Polri.

      Hal tersebut diungkapkan bagian marketing Kredit Plus PT.Finansia Multi Finance (FMF) bertempat di kawasan Pujasera Jln.Letjen Suprapto No.04 Karanganyar 41211 Subang, Jawabarat , Erfan yang menerima informasi dari bagian administrasi Kredit Plus PT.FMF Subang. Kata Erfan, bahwa keputusan rejeck tersebut bukan kewenangannya namun hal tersebut dikeluarkan oleh bagian administrasi kantor. Marketing tugasnya hanya memproses pengajuan kredit dari calon konsumen sebagai syarat pertama adalah 2 lembar foto copy KTP dan mengisi formulir pengajuan kredit yang telah disediakan perusahaan yang kemudian diajukan ke bagian administrasi kantor, ditindak lanjuti oleh tim survey dan keputusan ahir akan dikroscek oleh bagian kredit analis.

      “Pak punten kangge tv teh teu tiasa di acc saurna rejeck by sistem d kantor na.......kanggo keputusan mah sanes abdi Pak tapi ku urang kantornya.......nuhun (Pak maaf untuk tv tidak bisa di Acc katanya rejeck by sistem d kantornya.......untuk keputusan mah bukan dari Saya Pak akan tetapi oleh orang kantor.......terima kasih),"ujar Erfan saat memberitahunan calon konsumen yang di rejeck melalui pesan singkat telepon selulernya pada 31 Desember 2013.

      Bagian Kredit Analis Kredit Plus PT.Finansia Multi Finance Subang, Jimmy mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengatakan bahwa wartawan, LSM, pengacara tidak akan dikabulkan ketika akan mengajukan kredit kepada perusahaan tempat kerjanya. akan tetapi apabila anggota TNI - POLRI mengajukan kredit akan dibeklis, hal itu disebabkan seluruh anggota TNI-POLRI namanya telah tercatat dalam sistem kantor pusat tentunya pengajuan kreditnya akan ditolak oleh sistem komputer rejeck by sistem kantor kecuali yang mengajukan isterinya.

      "Saya tidak pernah menyebutkan Wartawan, LSM, pengacara tidak diterima pada saat mengajukan kredit, tetapi kalau anggota TNI dan POLRI memang ditolak kecuali yang mengajukan isterinya,"jelas Jimmy di ruang tamu kantornya didampingi salah seorang pegawai lainnya yang belum diketahui namanya.

      Bronch Manager Kredit Plus PT.Finansia Multi Finance Subang, Ardzi membenarkan bahwa seorang  Wartawan, LSM/Ormas, Pengacara, TNI dan Polri namanya akan di rejeck apabila mengajukan kredit ke perusahaannya, dengan alasan hal itu sudah merupakan sistem computer kantor tentunya rejeck by sistem akan terjadi apabila seorang wartawan, LSM, pengacara, TNI dan POLRI mengajukan permohonan kredit. namun setelah didesak Ardzi menjelaskan sebenarnya seorang wartawan maupun LSM hususnya penolakan kredit yang dialami oleh Ketua Umum Ormas GIVAL, Pirdaus B.Ns. bukan karena seorang wartawan atau LSM namun karena dari hasil survey lingkungan bahwa Pirdaus termasuk buruk penilaiannya yang dilakukan oleh tim surveynya, pun karena Pirdaus tidak jelas usahanya.

      "Tidak juga sih Mas Pirdaus di rejeck pengajuan kreditnya karena seorang wartawan atau LSM, akan tetapi tim survey kami telah memutuskan hasil survey, bahwa Mas Pirdaus dilingkungannya jelek dan tidak jelas usahanya,"jelas Ardzi.

      Ketika Ardzi ditanya, kenapa tim survey lebih percaya kepada lingkungan ? dan kenapa tidak survey ke istri Pirdaus yang ada di Pantura sesuai dengan alamat KTP yang dijadikan syarat pengajuan kredit?, Ardzi menjawab, tim survey tidak perlu menyurvey isteri calon pemohon kredit, akan tetapi cukup menyurvey kepada lingkungan setempat pemohon, juga Ardzi menjelaskan tidak ada survey ke istri pemohon tidak jadi masalah karena pihaknya ketika meng-acc pengajuan kredit pemohon tidak perlu persetujuan istri pemohon.

      "Kami tuidak perlu survey istri mas Pirdaus, karena dengan survey lingkungan saja sudah cukup, pun ketika di acc kreditnya kami tidak perlu persetujuan istri mas Pirdaus,"jelas Ardzi.

      Sementara itu, Ketua Umum Ormas GIVAL, Pirdaus B.Ns. sempat marah ketika pengajuan kreditnya ditolak pihak Kredit Plus FMF, kemarahan Pirdaus bukanlah persoalan ditolak pengajuan kreditnya, akan tetapi Kredit Plus PT.FMF telah mengkerdilkan organisasi yang mana seorang wartawan, LSM/Ormas, pengacara dan anggota TNI-POLRI tidak akan di acc ketika mengajukan kredit ke perusahaan Kredit Plus PT.FMF Subang. Pirdaus pun marah ketika dirinya disebut tidak jelas usahanya, padahal salah satu syarat pengajuan kredit sebuah Televisi berwarna jenis Led merek LG kapasitas 24 Inc. pihaknya telah telah mengisi jenis usaha yang dituangkan dalam formulir adalah jenis usaha warungan.

      "Saya sangat menyesalkan dengan tindakan para pihak di PT.FMF Subang yang menyama ratakan seorang wartawan, LSM/Ormas, pengacara dan anggota TNI-POLRI tidak ada ada itikad baik, atau dengan tidak langsung seorang wartawan, LSM/Ormas, pengacara dan anggota TNI-POLRI adalah orang yang tidak bertanggungjawab kepada kewajiban membayar kredit,"ujar Pirdaus yang akrab dipanggil Dauscobra.

      Pirdaus Pun tidak terima ketika Bronch Manager Kredit Plus PT.Finansia Multi Finance Subang, Ardzi mengatakan bahwa sebenarnya pengajuan kredit ditolak bukan karena Pirdaus seorang wartawan atau LSM, akan tetapi karena Pirdaus tidak jelas penghasilannya,"Cukup jelas bahwa Ardzi sebagai seorang pemimpin di perusahaan Kredit Plus PT.FMF Subang telah menghina ekonomi Saya, padahal Saya beberapa kali punya tanggungan cicilan kredit selalu dibayar, bahkan saat ini cicilan kredit motor di Indomobil Finance Subang tinggal 5 bulan lagi lunas,"jelas Dauscobra.(*).

        • Dibaca: 1808 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...