Petani Teriak SHS Jual Padi Exspired, Tapi SHS Belum Bisa Bayar Padi Petani

      PANTURA (MGO) - Teriakan petani PT.SHS.KR.1 Sukamandi yang belum bisa menerima pelunasan uang pembayaran hasil panennya karena terjadi kekosongan keuangan.

      Sementara itu hasil penjualan padi exspired seberat 1.000 ton belum bisa digunakan untuk pembayaran padi petani karena hasil penjualan padi tersebut harus disetorkan dulu ke PT.SHS.Pusat.

      Harapan petani yang sempat datang kesekian kalinya ke kantor regional 1 Sukamandi pada hari Selasa (5-5-2013) lalu tergantung kepada janji GM SHS.KR.1 Sukamandi yang menjanjikan akan melunasi hutangnya kesejumlah petani."Semoga saja ahir pekan ini janji GM akan melunasi pembayaran kami bisa ditepati,"harap petani.

      Kepala Bagian SDM & Hukum PT.SHS.KR.1 Sukamandi, Zaenal, SH. ketika dihubungi melalui polselnya, Jum'at (10-5-2013) menjelaskan bahwa sisa utang pembayaran padi kepada petani sekira Rp.3,1 Milyar dan sedang menunggu keputusan SHS pusat untuk menurunkan uang. Sedangkan uang hasil penjualan padi exspired sebanyak 1.000 ton lebih belum bisa dibayarkan kepada petani karena uang tersebut disetorkan dulu ke PT.SHS pusat yang selanjutnya untuk pembayaran padi petani pihaknya sedang menunggu transper dari SHS pusat.

      "Penjualan padi exspired telah selesai namun belum bisa digunakan untuk membayar petani, karena uangnya disetorkan dulu ke pusat,"jelas Zaenal.

      Semoga saja janji SHS melalui GM SHS KR.1 Sukamandi yang kesekian kalinya dalam pekan ini bisa diselesaikan, apabila pembayaran petani pekan ini tidak terselesaikan maka pernyataan GM SHS KR.1 yang ke sepuluh kali tidak terbukti, alias janjinya meleset tidak terbukti dan omong doang.

      Dengan demikian menambah Omdo GM PT.SHS yang kesepuluh, sementara yang kesembilannya pernah dikatakan GM akan hengkang dengan rela untuk meninggalkan SHS.KR.1 Sukamandi apabila gagal untuk mencapai produksi padi sesuai target. Namun apa yang terjadi GM masih betah di SHS KR.1 meskipun disejumlah blok lokasi sawah mengalami penurunan produksi ada yang capai 2 ton per hektar, ada pula petani mengalami gagal panen, sawah yang dikelola PBS habis terkena penyakit kresek, dan bahkan banyak para petani harus nombok bayar sewa sawah lantaran menurunnya hasil panen.(*).

        • Dibaca: 909 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...